Kamis, 07 November 2013

Politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait

Politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait, mengungkap politik adalah suci bila memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, termasuk mengisi kemerdekaan adalah sebuah jalan politik. Sabam Siarit mengutip pandangan Bung Karno.

Ia kemudian mengungkapkan rencananya meluncurkan buku berjudul Politik Itu Suci.Sebelumnya Sabam sudah meluncurkan dua buah buku, masing-masing berjudul Mengerti Demokrasi dan Meniti Demokrasi Indonesia.

Buku terbarunya, rencananya akan dilaunching bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November.

"Jadi, di antara dasar saya mengatakan dan menulis buku Politik itu Suci, adalah perkataan Bung Karno. Bahwa memperjuangkan, mempertahakan, dan mengisi kemerdekaan itu adalah politik," kata Sabam dalam pernyataannya, Kamis (7/11/2013).

Tidak hanya Bung Karno, lanjut Sabam,  ada tokoh dunia lain yang mengatakan hal serupa.  Ia menyebut Martin Luther King dan Nelson Mandela.

Saat ia bertemu dengan Nelson, kenang Sabam Sirait, tokoh anti-apartheid itu mengatakan kepadanya bahwa perjuangan menghapus diskriminasi rasial dan mengusir penjajah itu juga perjuangan politik.

Hal yang serupa juga dikatakan Martin Luther King dalam upaya menghapus diskrimnasi di Amerika Serikat

Politik itu suci, sambungnya lagi, juga terinpirasi oleh John Calvin, yang merupakan murid dari Martin Luther yang hidup  di abad 16.

"Pandangan mereka itu menjadi dasar bagi saya menulis Politik itu Suci.  Perilaku para politikus lah yang kemudian menjadikan politik itu kotor, perilaku korup, curang atau menipu," ia menegaskan.
"Tugas kita adalah mengembalikan politik itu menjadi suci. Memang tidak mudah, namun cita-cita itu, idealisme itu, harus diperjuangkan terus menerus," kata Sabam Sirait lagi.
Perjuangan mengembalikan politik kembali menjadi suci, katanya lagi,  adalah perjuangan yang tidak boleh padam.
Dalam konteks perpolitikan nasional, lanjutnya, perjuangan yang dilakukan akan berhasil, bisa juga gagal di tengah himpitan pragmatisme politik.
Atau, bisa saja cita-cita yang diinginkan baru akan berhasil setelah sekian tahun disuarakan.

"Kita tidak boleh lelah. Harus terus berjuang. Bung Karno dan Tan Malaka sejak awal mengatakan, menuju Indonesia merdeka atau mencapai Indonesia merdeka.  Akan tetapi, Kemerdekaan baru dicapai beberapa tahun kemudian. Kita tidak boleh lelah menggapi cita-cita," pesan Sabam Sirait.

Ide dasar dari perjuangan bangsa Perancis dan negara Amerika Serikat Sabam Sirait mencontohkan, terangkum dalam tiga kata; liberty, egality, fraternity.
Namun cita-cita kebebasan, persamaan dan persaudaran ini imbuhnya, belum tercapai sempurna, dan masih terus diperjuangkan.

"Obama menjadi Presiden Amerika juga setelah puluhan tahun Martin Luther King bicara anti-diskrimnasi kulit.  Oleh karena itu, jangan pernah lelah dalam berjuang memperjuangkan idealisme," pungkasnya.

Selasa, 01 Oktober 2013

Ajang Islamic Solidarity Games

Ajang Islamic Solidarity Games (ISG) III, yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan pada 22 September - 1 Okktober 2013 dinilai cukup sukses dan berhasil ditengah berbagai persoalan serta mepetnya persiapan yang dihadapi tuan rumah. Hal ini diungkapkan Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo saat mengelar jumpa pers di lantai 15 gedung Bank Sumsel Babel, Jakabaring, Palembang, Senin sore 30 September 2013.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pemerintah Sumatera Selatan selaku tuan rumah sudah bekerja keras demi suksesnya ISG dan segenap pihak yang sudah ikut membantu," kata Rita. "Khususnya untuk Gubernur Sumatera Selatan, yang telah berani dan sanggup walau hanya 2 bulan untuk mempersiapkan semua ini yang patut diberikan Apresiasi setinggi-tinginya," lanjutnya.

Rita menjelaskan, meski terkendala dana dan persiapat mepet akibat perubahan jadwal dan pemindahan lokasi, atlet tuan rumah mampu mendominasi perolehan medali. Apalagi raihan prestasi atlet Indonesia pada ISG kali ini diluar dugaan dengan berada di pucuk papan klasemen. "Alhamdulillah hingga menjelang berakhirnya event ISG ini, kontingen Indonesia masih memimpin klasemen sementara perolehan medali, padahal target dari Menpora hanya 10 besar,"

Indonesia masih kokoh dipuncak Klasemen perolehan medali diajang ISG dengan 34 medali emas, 33 perak, dan 33 perunggu. Disusul Mesir diperingkat kedua dengan 26 medali emas, 26 perak, dan 31 perunggu, serta Malaysia diperingkat ketiga dengan 26 emas, 19 perak dan 27 perunggu.